OurVoice Forum


 
HomeHome  OurVoice WebsiteOurVoice Website  Peraturan & AdminPeraturan & Admin  Formulir Data KekerasanFormulir Data Kekerasan  RegisterRegister  Log in  
....Your sexuality is just one part of what makes you who you are....
..Exploring what and where you think your place is in this world can have massive effects on your self confidence..

Share | 
 

 JANJI - a touching story from India

Go down 
AuthorMessage
Art_Art
Staff
avatar

Jumlah posting : 888
Join date : 2009-08-04
Age : 22
Lokasi : Somewhere On Earth

PostSubject: JANJI - a touching story from India   Wed Nov 11, 2009 11:56 am

Dapat dari Email....semoga bisa berguna... maaf

"JANJI"
(a touching story from India)



Istriku berkata kepada aku yang sedang membaca koran,
"Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."

Aku menaruh koran dan melihat ke arah anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu. dia tampak ketakutan, air matanya jatuh mengalir.
Di depannya ada mangkuk berisi nasi susu asam/yogurt (curd rice/nasi khas india).
Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun, dia sangat
tidak suka makan curd rice ini.
Ibu dan istriku masih kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect".

Aku mengambil mangkok dan berkata,
"Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini?
Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.
Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata,
"Boleh ayah.... akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." (agak ragu2 sejenak...) "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku? "

Aku menjawab, "Oh pasti sayang".

Sindu tanya sekali lagi, "Betul ayah?"

"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Janji" kata istriku.
Aku sedikit khawatir dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."

Sindu menjawab,"Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu.

Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.
Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!"
Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak."

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain," kata Sindu.

Aku coba memohon kepada Sindu, "Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami."

Sindu dengan menangis berkata, "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan ayah sendiri?
Bukankah ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja rela memberikan tahta, kekuasaannya,
bahkan nyawa anaknya sendiri."

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku,
"Janji kita harus ditepati!”

Secara serentak istri dan ibuku berkata, "Apakah kau sudah gila?”

"Tidak," jawabku, "kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."

"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar, matanya besar dan bagus.

Hari senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum, aku membalas lambaian tangannya.
Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak,
"Sindu tolong tunggu saya."
Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki-laki itu botak, aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata,
"Anak anda, Sindu benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."

Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya.
"Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman-teman sekelasnya.
Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.
Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

Aku berdiri terpaku. Dan tidak terasa air mataku meleleh.

Malaikat kecilku… tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.



(Author - Unknown)

_________________

I lift my eyes unto the hills, Where does my help come from?
My help comes from the Lord The Maker of Heaven and Earth
Back to top Go down
k a z e
Merah
avatar

Jumlah posting : 43
Join date : 2009-08-04
Age : 31
Lokasi : Surabaya

PostSubject: Re: JANJI - a touching story from India   Thu Nov 12, 2009 11:37 pm

So sweet... >_<
Back to top Go down
 
JANJI - a touching story from India
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Another sniffer dog story
» Channel 4 Thursday 1st April Lost Abroad - The Parents Story
» ...and you think Royal Mail are slow? (this is a lovely story!)
» BRITAIN"S TRILLION POUNDS HORROR STORY
» Milton Keynes Man Charged with Murdering Wife in India

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
OurVoice Forum :: Off-Topic :: Out Of Topic-
Jump to: