OurVoice Forum


 
HomeHome  OurVoice WebsiteOurVoice Website  Peraturan & AdminPeraturan & Admin  Formulir Data KekerasanFormulir Data Kekerasan  RegisterRegister  Log in  
....Your sexuality is just one part of what makes you who you are....
..Exploring what and where you think your place is in this world can have massive effects on your self confidence..

Share | 
 

 FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh

Go down 
AuthorMessage
oscar_wilde
Staff
avatar

Jumlah posting : 222
Join date : 2009-06-30
Age : 30
Lokasi : S-machi, S-town, S-pura

PostSubject: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   Tue Sep 08, 2009 8:33 pm

FAE. Apakah itu? Saya ingin sekadar sharing mengenai program ini yang pernah saya ikuti pada waktu di Jakarta.
FAE adalah akronim dari The Fully Alive Experience, merupakan pengalaman kelompok dalam hal hidup secara penuh dan utuh. Program ini pertama kali diperkenalkan oleh John Powel, SJ dan Loretta Brady. Dalam program ini kita dibimbing melalui vision-therapy untuk mengenali:
1. Visi terhadap Diri Sendiri
2. Visi terhadap Orang Lain
3. Visi terhadap Kehidupan
4. Visi terhadap Tuhan


Karena materinya cukup padat, maka saya akan menyampaikannya secara bersambung. Mari kita mulai!

INTRO
Sebutir telur elang emas terjatuh ke dalam sarang seekor ayam. Oleh induk ayam, telur tersebut dierami bersama dengan telur-telur lain miliknya. Pada saatnya tiba, telur-telur menetas. Anak elang emas itu bercampur dengan anak-anak ayam. Ia diperlakukan sama oleh induk ayam, seperti pada anak-anak ayam. Anak elang emas tumbuh bersama dan menjadi besar. Akan tetapi perilakunya seperti ayam.
Pada suatu hari lewatlah seorang Indian di dekat mereka. Indian bijak itu berkata kepada anak elang emas, "Kamu ini adalah burung elang emas, seperti yang sedang terbang itu." Indian itu menunjuk ke langit, di mana seekor elang emas sedang terbang dengan gagahnya.
Akan tetapi induk ayam berkata kepada anak elang emas tersebut, "Kamu seperti kami. Binatang darat yang berasal dari sarang yang sama. Jangan berpikir yang tidak-tidak. Kamu tidak seperti elang emas itu!"
Sayang sekali anak elang emas itu tidak mengerti, bahwa dirinya bukan ayam.

~~~

Anak elang emas tidak mengenali siapa dirinya sebenarnya. Visi tentang dirinya keliru karena telah tertanam sejak kecil. Jika saja dia tahu siapa sebenarnya dirinya, dia akan bisa terbang bebas di angkasa, tidak mengais-ngais tanah untuk mencari makan.
Sama seperti manusia, tidak jarang memiliki visi yang keliru atas dirinya. Oleh sebab itu perlu sebuah vision-therapy untuk meluruskan visi yang keliru dengan jalan menyentuh visi yang melumpuhkan. Hasil dari pelurusan visi ini adalah hidup yang bahagia.

Kita telah menjalani hidup melalui jalan-jalan yang berbeda, sampai kita bertemu di sini sekarang. Dengan demikian kita ini unik, tidak saja dalam pengalaman, tetapi juga dalam kepribadian yang terbentuk oleh pengalaman-pengalaman tersebut. Tidak ada individu yang sama persis! Bahkan butir-butir salju yang turun di musim dingin tidak pernah memiliki struktur heksagonal yang sama. Itu sebabnya kita unik.

Dalam program ini saya dan teman-teman lain diminta untuk men-share-kan diri. Apa yang disampaikan dalam sharing adalah mengenai diri sendiri berupa fakta, keadaan pikiran, dan yang terpenting pengertian yang timbul dalam diri sebagai reaksi atas peristiwa-peristiwa yang dialami. Reaksi itu dapat dilihat dari emosionalnya, dari segala ingatan-ingatan masa lalu, dan dari harapan-harapan di masa yang akan datang. Ini semua dibagi sesuai kemampuan, jangan sampai merasa terpaksa dan terbeban olehnya. Selama menyampaikan diri sendiri, diperlukan kejujuran terhadap diri sendiri dan kelompok. Penggambaran perasaan/emosi diharapkan bisa sejelas-jelasnya.

Di samping menjadi orang yang men-share-kan diri, diminta pula menjadi pendengar yang baik. Caranya dengan memperlihatkan pengertian, penerimaan, dan dukungan. Pendengar tidak boleh menganalisa, tidak boleh menggali-gali lebih dalam suatu peristiwa, tidak boleh menilai atau menghakimi, tidak boleh memperbaiki, tidak boleh memberi nasihat atau penyuluhan, dan juga dilarang memecahkan masalah orang lain. Pendengar diharap tidak mencoba mengerjakan pekerjaan orang lain, tetapi menjadi pendukung satu sama lain dalam merasakan "kemenangan"-nya sendiri. Jadi perubahan visi harus muncul dari diri sendiri, bukan karena bantuan orang lain. Pendengar harus mengulurkan diri, membuka diri, sehingga tidak semata-mata mendengar getaran-getaran suara, tetapi benar-benar dapat menyerap segala perasaan dan berjalan menyatu dengan orang yang sedang membagikan dirinya, mencoba merasakan benar-benar bagaimana menjadi orang tersebut. Pepatah Italia mengatakan: kalau kau ingin merasakan apa yang kurasakan, berjalanlah dengan sepatuku.

~~~

Dalam kehidupan, kita senantiasa dihadapkan pada pilihan. Misalnya memilih antara karier atau kekasih. Siapa yang mengatur? Manusia pada umumnya hanya menggunakan 10% dari kemampuannya dalam hidup. Ia lebih memilih menjadi ayam daripada menjadi elang emas. untuk mencintai atau dicintai. Menyedihkan bukan bila kita hanya menggunakan 10% untuk mencintai dan dicintai?

~~~

Perbedaan visi terlihat dari cara pandang. Satu perumpamaan yang sering dikutip, berasal dari Epictetus (filsuf Romawi), mengenai sebuah gelas yang terisi air setengah. Bagi yang pesimis akan mengatakan, "Gelas itu setengah kosong." Sementara bagi yang optimis, "Gelas itu setengah penuh." Satu objek yang sama, mendapat penilaian yang berbeda, tergantung dari sudut/visi mana memandangnya.

Perumpamaan lain yang tak kalah menarik:
Dua anak kembar, katakanlah A dan B, mendapat hadiah ulang tahun. Besar kado mereka sama. Si A membuka kadonya. Sebuah mobil mainan yang bagus dan mahal. Semestinya ia senang dengan hadiah itu. Tetapi ia bersedih karena mengharapkan hadiah lain. Sementara si B membuka kadonya. Ia terkejut! Bukan mobil mainan yang bagus dan mahal di dalamnya. Isi kado itu adalah seonggok kotoran kuda. Si B bersorak gembira. Ia tidak bersedih karena mendapat kotoran kuda. Bagaimana bisa begitu? Karena si B melihat, jika kotoran kuda ada di dalam kado, maka sudah pasti kudanya juga ada. Ia melihat jauh ke depan, bahwa ada yang lebih dari sekadar onggokan kotoran kuda.
Bahkan anak kembar pun memiliki visi yang berbeda!

Ajaran Talmud Yahudi mengatakan: Kita melihat sesuatu bukan seperti "sesuatu" itu adanya, tetapi seperti "kita" adanya. Pemikiran ini menunjukkan, bahwa batasan-batasan itu berada di dalam pikiran kita. Oleh sebab itu perlu adanya "METANOIA" - pandangan yang berubah, atau visi yang berubah!
Newmann berkata, "Janganlah takut, bahwa hidup kita akan berakhir, atau kita akan mati. Tetapi seharusnya yang kita takuti adalah, bahwa kita TIDAK PERNAH HIDUP SEPENUHNYA!"

[Bersambung]

_________________
Back to top Go down
Novaldy
Admin
avatar

Jumlah posting : 415
Join date : 2009-06-22
Lokasi : J-Town

PostSubject: Re: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   Fri Sep 25, 2009 7:41 am

hm... sambungannya mana nih ? hehehehe

_________________
Back to top Go down
oscar_wilde
Staff
avatar

Jumlah posting : 222
Join date : 2009-06-30
Age : 30
Lokasi : S-machi, S-town, S-pura

PostSubject: Re: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   Mon Oct 05, 2009 8:50 pm

Apa yang anda rasakan ketika kendaraan di belakang anda terus-menerus membunyikan klakson?
Mengapa anda sering melakukan apa yang sebenarnya tidak anda ingini?
Atau mungkin anda merasa harus selalu menyenangkan setiap orang. Mungkin anda merasa sangat bertanggung jawab kesejahteraan atau kehidupan orang lain. Mungkin anda merasa harus menjadi pendamai dalam suatu perselisihan di antara orang-orang yang anda kenal. Atau sebaliknya, anda memandang diri sendiri kurang dari orang lain (minder), merasa tidak pantas dicintai dan tidak memiliki kemampuan apa-apa.
Setelah anda menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sesuai dengan kondisi dan situasi anda, marilah kita mengenali apa yang disebut KUE LAPIS MANUSIA.
Apakah KUE LAPIS MANUSIA itu?
Lapisan terdalam adalah VISI. Bagian luarnya berturut-turut adalah:
POLA EMOSIONAL
KEADAAN KONDISI TUBUH
POLA RELASI
POLA PENGGUNAAN BAKAT-BAKAT
POLA KEPRIBADIAN KITA SELURUHNYA
Itu semua bersumber dari VISI anda.

Mungkin suatu ketika pernah terlintas dalam benak kita bayangan seperti ini:

"SAYA sudah dari sononya seperti ini kok! Jadi SAYA ya SAYA!"
"SAYA dilahirkan di bawah zodiac Taurus (atau yang lainnya) sih... Pantas nasib SAYA begini..."
"Hari ini adalah hari kemalangan SAYA!"

Jika diperhatikan terlihat jelas, bahwa anda mengira BATASAN-BATASAN ini berada di luar diri anda, sehingga anda tidak bisa berbuat banyak.

Sesungguhnya ini tidak benar! Kita lebih sering menyalahkan daripada memikul tanggung jawab sendiri. Mencari kambing hitam, daripada memikul tanggung jawab.
Kita sering menghindari pertanyaan yang membangun, seperti: APA YANG ADA DI DALAM DIRI SAYA? (WHAT IS IN ME?).

Kesehatan dan kebahagiaan dimulai dari dalam pikiran kita. Hidup secara penuh dan utuh, bukanlah hasil keadaan atau lingkungan di luar diri kita, melainkan hasil dari pandangan atau VISI hidup kita. Beberapa dinamika yang kita alami: semasa bayi kita hanya penuh pertanyaan, pada saat dewasa kita memberi jawaban berdasarkan VISI AWAL yang kita punyai. Kita mempraktikkan jawaban-jawaban itu dan lambat laun akan menjadi kebiasaan. Inilah yang disebut SIKAP HIDUP. Sikap-sikap hidup ini disatukan dan disebut VISI HIDUP.

[Bersambung]

_________________
Back to top Go down
oscar_wilde
Staff
avatar

Jumlah posting : 222
Join date : 2009-06-30
Age : 30
Lokasi : S-machi, S-town, S-pura

PostSubject: Re: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   Sun Dec 20, 2009 8:33 pm

Di puncak gunung Parnassos di Delphi, Yunani, terdapat reruntuhan kuil kuno untuk dewa Apollo. Pada salah satu dindingnya bertuliskan kebijakan: γνοθι σεαυτον (gnothi seauton) yang berarti KENALILAH DIRIMU SENDIRI. Di dalam diri kita terdapat sebuah "kotak hitam" yang isinya beribu-ribu sikap, seperti raja-raja kecil, yang siap menilai, memberi arti, dan mengatur suatu tanggapan yang sesuai, terhadap setiap rangsangan yang diterima. Di dalam "kotak hitam" itu terdapat lima sikap utama: terhadap diri sendiri, orang lain, kehidupan, dunia, dan Tuhan.
Seperti parasit yang akan mati di bawah sinar matahari, kita perlu mengenali visi atau sikap hidup yang menyeleweng/distorted. Masalahnya: maukah kita melihat di balik batu-batu kehidupan kita dan bersikap terbuka, mau menerima kebijakan-kebijakan (insights) yang benar.

Ada dua jalan untuk mencari visi yang menyeleweng:
Jalan Pertama, menelusuri jalan hidup melalui lapisan-lapisan kepribadian sambil:
a. mencari sikap-sikap yang menjadi sumber dari emosi yang membebani kita,
b. menemukan visi-visi yang menjadi sumber dari ketegangan fisik dan penyakit,
c. mencari tahu dalam relasi, mis.: mengapa aku takut dekat dan akrab dengan orang lain.
d. mencari tahu dalam pengembangan talenta, mis.: mengapa aku lebih senang di dalam daerah kenyamanan (comfort zone)-ku saja?
e. apa yang sebenarnya menjadi akar-akar kepribadianku?
Jalan kedua, biarkan hidup itu bertanya kepada kita. Coba perhatikan, hidup itu selalu bertanya kepada kita! Dan jawaban-jawaban yang kita berikan, mengungkapkan sikap atau pandangan kita. Misalnya, pa yang anda akan jawab, bila hidup bertanya, "Temanmu meninggal. Seberapa besar rasa kehilanganmu?", atau "Kau mendapat teguran keras dari direktur. Mengapa?", dan seterusnya. Jawaban tiap orang akan berbeda-beda.

Selain dua jalan di atas, ada metode lain untuk menemukan sikap-sikap kita: metode R-Emo-Si-Tin. Remositin. Terdengar seperti nama obat! Memang obat bagi VISION-therapy. Metode ini untuk melihat persepsi atau sikap yang mendasari reaksi-reaksi emosional, suatu cara yang khas untuk membiarkan diri kita ditanyai oleh rangsangan kehidupan.
Remositin adalah R = rangsangan, Emo = reaksi emosional, Si = sikap, Tin = tindakan. Rangsangan dapat berupa apa saja, seperti: kejadian, perkataan, ingatan, penderitaan, kesenangan, dan sebagainya. Semua rangsangan itu akan ditanggapi oleh reaksi emosional, dapat berupa: marah, sedih, senang, iri hati, dan sebagainya. Reaksi emosional itu akan membentuk sikap dan akhirnya muncul tindakan, dapat berupa: teriakan, tangisan, umpatan, pukulan, lari, dan sebagainya. Nah, untuk menggunakan remositin ini ada dua cara, yakni: cara verbal, apa yang saya katakan kepada diri saya tentang rangsangan/activating agent itu; cara visualisasi, bagaimana saya melihat diri saya pada waktu itu.
Contoh kasus sebagai latihan untuk menggunakan remositin, apa yang akan anda lakukan jika: Rencana anda ditolak oleh panitia.
Jawaban anda menggambarkan visi anda.

Sekarang mari kita lihat contoh-contoh visi yang sering kita jumpai dan mungkin beberapa di antaranya terasa akrab dengan diri anda.

1. Saya harus dicintai dan dibenarkan oleh semua orang yang mengenal saya, KALAU TIDAK, saya tidak mungkin mencintai dan membenarkan diri saya sendiri.
2. Saya harus tampil cakap, terampil, sempurna, dan sukses, KALAU TIDAK, mana mungkin saya merasa bahwa saya ini berharga?
3. Saya harus menyenangkan dan memuaskan orang-orang sekitar saya, KALAU TIDAK, saya seorang yang gagal!
4. Saya harus menyembunyikan segala perasaan saya, KALAU TIDAK, saya mungkin akan menyakiti orang lain, dan karenanya saya tidak disukai.
5. Saya tidak boleh berpikir atau mengatakan sesuatu yang jelek tentang orang tua atau keluarga saya, KALAU TIDAK, saya akan tampak tidak tahu terima kasih.
6. Saya harus selalu memelihara suasana damai dalam relasi saya, KALAU TIDAK, saya gagal dalam menjalani kewajiban saya.
7. Saya tidak boleh mencintai diri saya sendiri atau mengakui bahwa saya memiliki bakat-bakat baik tertentu, KARENA saya akan dianggap egoistis.
8. Saya harus selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, KALAU TIDAK, saya akan membuang-buang waktu saja.
9. Saya harus selalu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan orang lain, KALAU TIDAK, saya seorang yang hanya mementingkan diri sendiri.
10. Saya selalu harus dapat menguasai segala situasi, KALAU TIDAK, saya akan berada dalam kesusahan.
11. Bila orang lain menderita perasaannya, sayalah yang seharusnya merasa bertanggung jawab, KALAU TIDAK, mana mungkin saya dapat menganggap diri saya sebagai seorang yang mencintai sesamanya?
12. Masalah-masalah orang lain harus menjadi masalah saya juga, KALAU TIDAK, saya bukan orang yang mengasihi.
13. Saya harus selalu waspada terhadap orang-orang di sekitar saya, KALAU TIDAK, saya akan diperalat dan dimanipulasi.
14. Masa lalu saya dengan segala pengalamannya, menentukan secara menyeluruh keadaan dan tingkah laku saya pada saat ini, MAKA DARI ITU, tidak ada kemungkinan untuk tumbuh atau berubah.
15. Keberhasilan dan kebahagiaan saya ditentukan semata-mata oleh keadaan lingkungan saya, MAKA DARI ITU, saya tidak dapat mengendalikan hidup saya.
16. Saya harus siap menghadapi hal-hal terburuk. Untuk itu saya harus terus menerus waspada, KALAU TIDAK, saya akan hancur bila musibah itu datang.
17. Setiap masalah yang saya hadapi, mempunyai penyelesaiannya masing-masing, dan ini harus ditemukan, KALAU TIDAK, ini akan menghancurkan saya.
18. Perjalanan hidup saya harus sesuai dengan rencana saya, KALAU TIDAK, saya akan merasa kacau dan tidak bahagia.
19. Saya hanya kenal dunia di mana saya hidup saat ini, MAKA DARI ITU, saya arahkan semua kemampuan saya untuk kehidupan masa kini di dunia ini.
20. Segala sesuatu di dunia ini akan saya tinggalkan bila saya mati, MAKA DARI ITU, sebaiknya saya tidak menikmatinya, KARENA takut akan terikat kepadanya dan saya dapat kehilangan arah hidup saya.
21. Cinta Tuhan itu bersyarat, MAKA, sebaiknya saya memenuhinya, KALAU TIDAK, Ia tidak akan mencintai saya.
22. Baru memikirkan hukuman Tuhan yang begitu dahsyat saja, sudah begitu menakutkan, MAKA DARI ITU, saya harus berhati-hati sekali untuk tidak membangkitkan amarah-Nya.
23. Saya harus menjadi manusia yang sempurna, KALAU TIDAK, Tuhan akan membuang saya.
24. Tuhan pasti tidak dapat mengerti saya, apalagi mengampuni semua kesalahan-kesalahan saya, MAKA DARI ITU, saya tidak pernah bisa merasakan nyaman di hadapan-Nya, apalagi mau terbuka tentang diri saya di hadapan-Nya.
25. Saya mendapat kesan bahwa Tuhan tidak pernah mendengarkan saya dan Ia tidak pernah mengabulkan doa-doa permohonan saya, MAKA, Tuhan itu jauh dan dingin, tidak akrab!

Nah, masih bisa dibuat lagi daftar yang lebih panjang. Akan tetapi saya ingin katakan, bahwa ke-25 contoh di atas adalah contoh visi yang keliru. Cobalah anda cari dan renungkan di mana kekeliruan ke-25 visi di atas.

[to be continued]

_________________
Back to top Go down
zoink
Hijau
avatar

Jumlah posting : 347
Join date : 2009-07-14
Age : 31
Lokasi : -=Hell+Pit=-

PostSubject: Re: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   Sun Jan 03, 2010 8:14 pm

Wuih... topiknya berat sekali kk oscar_wilde....

tapi iya sih... mengenali diri sendiri, visi hidup yang menyeleweng.... hal2 yang perlu direnungkan setiap saat kita menjalani hidup ini.

ke 25 visi itu salah karena selalu berpikir tentang hasil negatif dari sesuatu kah???

jadi visi yang benar itu adalah berpikir tentang sesuatu yang positif dan memikirkan tentang hasilnya yang positif juga??

_________________
Back to top Go down
oscar_wilde
Staff
avatar

Jumlah posting : 222
Join date : 2009-06-30
Age : 30
Lokasi : S-machi, S-town, S-pura

PostSubject: Re: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   Thu Jan 07, 2010 7:26 pm

zoink wrote:
Wuih... topiknya berat sekali kk oscar_wilde....

tapi iya sih... mengenali diri sendiri, visi hidup yang menyeleweng.... hal2 yang perlu direnungkan setiap saat kita menjalani hidup ini.

ke 25 visi itu salah karena selalu berpikir tentang hasil negatif dari sesuatu kah???

jadi visi yang benar itu adalah berpikir tentang sesuatu yang positif dan memikirkan tentang hasilnya yang positif juga??

Terima kasih atas tanggapannya, zoink!
Bisa jadi demikian, zoink. Berpikir positif akan menghasilkan sesuatu yang positif. Namun pada dasarnya kekeliruan itu terjadi karena ketidakmampuan untuk menjadikan diri sebagai master atas diri sendiri. Hidup dan visi hidupnya dikendalikan oleh apa yang di luar dirinya. Ambil contoh sederhana misalnya tentang zodiac. Pada suatu ketika mungkin apa yang dikatakan dalam ramalan zodiac benar, maka kita percaya bahwa memang seperti itu kita adanya. Tetapi kali lain ternyata apa yang terjadi tidak cocok dengan ramalan, sehingga kita menjadi sedih. Contoh lain, mungkin suatu kali kita hadir di sebuah pesta dan salah kostum. Kita lantas merasa bersalah dan malu. Padahal semestinya tidak perlu demikian. Melakukan kekeliruan adalah bagian dari proses menjadi manusia.
Nanti akan lebih jelas dalam tulisan selanjutnya.

_________________
Back to top Go down
oscar_wilde
Staff
avatar

Jumlah posting : 222
Join date : 2009-06-30
Age : 30
Lokasi : S-machi, S-town, S-pura

PostSubject: Re: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   Thu Jan 07, 2010 8:25 pm

Mari kita lanjutkan.
Kita ambil contoh misalnya kejadian seperti ini:

AGEN PENCETUS: Saya salah menuliskan cek, sehingga cek tersebut ditolak oleh bank.

VISI (yang sudah dimiliki): Saya tidak boleh membuat kesalahan KARENA saya akan kehilangan harga diri.

REAKSI EMOSIONAL: Saya merasa menyesal dan malu sekali.

TINDAKAN: Saya pergi ke bank untuk menyatakan penyesalan saya yang dalam dan meminta maaf.

VERBALISASI: "Goblok benar aku ini! Sampai keliru menulis cek."

VISUALISASI: Saya merasa seperti orang yang duduk di sudut ruangan dan menjadi sorotan orang banyak.

Visi negatif biasanya mengandung kata-kata HARUS atau MESTI dan sebagai kesimpulannya diungkapkan dengan kata-kata KALAU TIDAK atau MAKA DARI ITU.

Contoh lain lagi:

AGEN PENCETUS: Orang-orang di sekitarku sedang bertengkar.

VISI: Saya harus selalu memelihara suasana damai dalam relasi saya, KALAU TIDAK, saya gagal dalam menjalankan kewajiban saya.

REAKSI EMOSIONAL: Saya merasa takut atau cemas.

TINDAKAN: Saya berusaha mendamaikan kedua pihak.

VERBALISASI: "Saya harus menghentikan perselisihan itu!"

VISUALISASI: Saya membayangkan diri saya sebagai malaikat penolong bagi mereka yang bertengkar.

Sebagai TERAPI VISI yang keliru maka langkah yang dapat diambil adalah:
1. Menerima adanya visi yang mengarahkan hidup saya. Saya harus mengakui adanya visi yang keliru itu, bukan mengingkari atau menyangkalnya.
2. Mencari visi mana yang melumpuhkan dan menghambat kebahagiaan saya.
3. Mengangkat visi tersebut ke permukaan dan meluruskannya.

Ada 4 cara untuk membantu meluruskan visi:
1. COUNTERING, bahwa saya seorang aktor, bukan reaktor. Artinya tindakan yang dilakukan bukan semata-mata sebagai reaksi atas hal di luar diri saya (REAKTOR). Sayalah yang menentukan tindakan (AKTOR).
Proses dalam COUNTERING ini dinamakan COUNTER LOGIC, sebagai suatu pernyataan dari kebenaran yang harus menggantikan cara berpikir yang salah dan berpotensi menciptakan sikap yang merusak. Ada juga yang menamakan ini sebagai VCI atau Voluntary Cortical Inhibition.
Pikiran dan verbalisasi ibaratnya adalah "tangan dalam sarung tangan". Mengubah yang satu, akan mengubah yang lain. Sarung tangan yang sedang dipakai otomatis akan berubah bentuk sesuai gerakan tangan.
COUNTERING akan menghambat pola berpikir yang merusak dan melumpuhkan, sekaligus memulai kebiasaan dan sikap baru yang menumbuhkan, bukan mematikan.
Sebagai latihan untuk mengingat, maka bolehlah membuat tulisan: SAYA AKTOR, BUKAN REAKTOR. Kemudian tempelkan itu di tempat yang sering kita lihat di rumah, misalnya pada cermin.

2. MODELING
Seorang model adalah seorang yang memiliki visi atau sikap hidup yang ingin saya miliki, saya jadikan contoh. Ia boleh seorang tokoh sejarah atau mungkin juga seseorang yang saya kenal baik. Bila ia orang yang saya kenal baik, maka saya akan berusaha mendalami jalan pikirannya dengan bertanya, apakah cocok dengan pikiran saya. Modeling adalah sama dengan INTROJECTION, memasukkan pikiran (yang positif dari) orang lain dalam diri.

3. STRETCHING
Stretching adalah meluaskan kesadaran akan kemampuan wawasan. Syarat agar dapat melakukan stretching adalah berani dan mau meninggalkan daerah nyaman (COMFORT ZONE), berarti tidak takut susah. Wajar bila ada hambatan-hambatan pada waktu saya mau melakukan sesuatu yang tepat dan benar. Agar dapat memeninggalkan comfort zone dengan benar, maka perlu kesadaran dan harus masuk akal, bukan asal-asalan. Saya takut meninggalkan daerah nyaman, maka saya harus lakukan!

4. PRAYING
Berdoa bukan hanya merupakan suatu teknik tersendiri, namun harus meresapi proses pengalaman hidup penuh ini, secara menyeluruh. Ini menuntut pentingnya keterbukaan diri yang jujur di hadapan Tuhan, sekalipun kita percaya bahwa Tuhan sudah tahu apa yang ingin kita sampaikan.

[to be continued]

_________________
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh   

Back to top Go down
 
FAE - Hidup Secara Penuh dan Utuh
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
OurVoice Forum :: Off-Topic :: Out Of Topic-
Jump to: